Konser Internal: Sebuah Evaluasi

Baru kemarin acara persembahan dari PSM IM Telkom selesai. Iya, konser internal Voice From Us “From Our Heart to Your Soul”. Konser ini menampilkan 11 lagu dalam tatanan paduan suara. Pada sesi pertama dinyayikan 4 lagu yang dibawakan pada saat FPS ITB XXI Agustus lalu, plus 1 lagu audisi yang menjadi starter yang membawa kami bisa masuk ke putaran 13 besar FPS itu. Sedangkan dalam sesi kedua, dibawakan dua buah lagu oleh anggota-anggota baru PSM IM Telkom, From This Moment dan Loch Lomond. Selanjutnya kembali para Alpha Group tampil membawakan 3 buah lagu. Dan pada akhirnya ditutup oleh penampilan keseluruhan anggota plus penampilan solo Mas Nugraha Tri Satya.

Overall pementasan semalam cukup mendapat apresiasi yang lebih dari para penonton, apalagi penampilan perdana anggota baru PSM IM Telkom yang banyak mendapatkan pujian dari penonton yang ada. Bagaimana tidak, usia mereka di UKM ini tidak lebih dari dua bulan, namun bisa memberikan penampilan yang menakjubkan!! Hal ini seperti dituturkan oleh salah seorang penonton yang dulunya juga sempat ikut PSM IM Telkom.

Wah,, duaribudelapannya keren.. Kayaknya Loch Lomond mereka lebih bagus daripada yang dibawain pas Shillouette (konser eksternal). hwahahaha….šŸ™‚

Namun dibalik semua decak kagum tersebut, ada sedikit kritik atau lebih halusnya masukan dari sebagian besar penonton yang sempat ditanyai kesannya. Menurut mereka, penampilan dari paduan suara sudah bagus, tapi dari segi teknis penyelenggaraan harus bisa lebih optimal. Contohnya seperti pada saat Padus on stage, ada beberapa kru yang mondar mandir dan membuat berisik di off stage, sehingga konsentrasi dan kenyamanan menikmati acara menjadi terganggu. Atau pada pemutaran VT saat Padus tampil, bukannya menjadi pemanis acara, tapi malah mengganggu. Penonton di buat bingung karena point of interest mereka terpecah, apakah melihat slide yang ada ataukah menikmati secara direct view penampilan padus ini. Dan ada beberapa hal teknis kecil lain yang bisa menjadi bahan evaluasi selanjutnya.

Namun terlepas dari masukan diatas, kita harus bisa mengambil sisi positif dari saran-saran yang diberikan sebagai bahan evaluasi sehingga konser-konser ke depan bisa jauh lebih memukau, jauh lebih baik.

Viva Chorister Forever!! (Debra Febiana Sasiang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s