Manfaat “Menarik Leher”

sumber: myopera.com
Sing Shower

Manfaat positif menyanyi sebagai penghalau stres sudah banyak yang meyakini. Namun, gabungan antara yoga, Alexander Technique, dan latihan pernapasan yang lazim dimanfaatkan para biduan sebagai pemanasan, menurut Gabriella Goddard, seorang pelatih kepala program antistres di Lehman Brothers, sebuah bank investasi di Amerika Serikat, terbukti lebih efektif menurunkan tensi ketimbang sekadar bernyanyi asal nyeplak (asal-asalan).

Untuk itu pulalah seorang penyanyi yang terlatih secara profesional di Inggris, Karin Hochapfel, membuka kelas menyanyi bagi para pekerja yang sehari-hari harus berjalan dengan tegang karena sibuk di kawasan bisnis Canary Wharf , London . “Saya membuka tempat ini bagi mereka yang sehari-hari harus bekerja keras agar mereka bisa sekadar rileks dan memulihkan tenaga,” kata Hochapfel.

Menurut Hochapfel, proses fisik dan mental yang harus dilakukan pada saat menyanyi membantu menghalau tensi. Sebab, pada saat menyanyi, keseluruhan jiwa dan tubuh harus dalam keadaan rileks. “Seluruh jaringan pengikat sendi terhubung dengan suara, sehingga bahkan genggaman tangan Anda akan menunjukkan corak suara Anda,” ujarnya.

Hochapfel mengawali kelasnya dengan latihan pernapasan. Ia meminta peserta latihan untuk membayangkan tubuh mereka seoalh pipa (tube) yang dialiri udara. “Ini merupakan cara kuno untuk rileks, menghimpun energi, dan menata tubuh serta jiwa,” katanya.

Kemudian Hochapfel akan melempar bola ke kelas dan meminta setiap peserta yang memperoleh lemparan bola itu untuk menyanyikan penggalan sebuah lagu. “Jadi ruangan lalu penuh dengan melodi. Ada yang menyanyikan penggalan lagu Ave Maria, lalu ada yang menyambungnya dengan Sex and drugs and rock and rol,” kata Hochapfel.
Suasana seperti itu, kata Hochapfel pula, menyerupai suatu dialog melodi yang bisa sangat menyenangkan. “Karena menyenangkan, orang lalu lupa pada hal lainnya,” sebutnya.

Di Inggris, menurut Gabriella Goddard, stres mengakibatkan hilangnya 12,8 juta hari kerja per tahun. Kalau dikonversikan dengan uang, nilainya mencapai 7,61 juta dolar AS (sekitar Rp.761 triliun). Menurut Goddart pula, simtom (gejala. red) stres, semisal denyut jantung yang semakin cepat dan meningkatnya pasokan darah ke otak, dulunya merupakan fungsi positif dari sistem pertahanan yang dimiliki manusia.

“Simtom itu memang baik kalau kita harus mewaspadai serangan beruang,” kata Goddard. Namun, tambahnya, manusia zaman kini mengalami kesulitan untuk mengembalikan keadaan stres, sehingga terjadi keseimbangan kembali di dalam tubuh. “Kita lupa menekan tombol on menjadi off,” tuturnya

Menyanyi Obat Mujarab Bagi Lansia

Juergen Beuster (75 tahun) adalah seorang penyanyi terkenal dan lebih 30 tahun memimpin paduan suara pria di sebuah kota kecil Goldenstedt, LowerSaxony.
Pensiunan guru ini mengatakan, ketika liburan ke Irlandia, dia menemukan kelompok paduan suara yang sangat sederhana dan segera menyatakan ikut bergabung. Dengan menyanyi ternyata Beuster mampu meningkatkan kesehatannya. Sejumlah ahli mengatakan, bahwa menyanyi tidak hanya untuk kesenangan atau hobi semata tapi juga mempunyai pengaruh positif terhadap fisik dan intelektual orang-orang berusia lanjut.
Kesenangan menyanyi di kalangan orang berusia lanjut sebenarnya bukanlah hal baru karena sudah dilakukan beberapa dasawarsa lalu.

Marion Walke, misalnya, ahli teknik pernafasan, berbicara dan menyanyi yang bermarkas di Hamburg mengatakan, bahwa sudah menjadi suatu kebiasaan bagi para ornag tua yang secara teratur datang ke gereja lalu ikut menyanyi. Seiring dengan itu jumlah kelompok paduan suara yang anggotanya adalah kelompok veteran dan orang berusia lanjut pun tumbuh dengan subur.

Peter Lamprecht, Humas Perhimpunan Penyanyi Jerman mengatakan, jumlah penyanyi tua kini semakin bertambah. Dia yakin, banyak sekali manfaat menyanyi bagi para orang tua sehingga mereka bisa tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Christina Franke, wartawan budaya di Bavaria , mengatakan, menyanyi juga dapat membantu penduduk usia tua melakukan kontak dengan orang lain sehingga mereka tidak perlu merasa kesepian.

Lamprecht menyarankan agar paduan suara itu terdiri dari anak-anak muda dan para orang tua sehingga dapat menjembatani kesenjangan antara dua generasi.
Kualitas menyanyi tidaklah terlalu penting. Namun Lamprecht menambahkan bahwa dengan sedikit ambisi sebelum melakukan pertunjukan juga bukanlah sesuatu hal yang tabu. “Toh dengan ambisi positif itu, seperti halnya olah raga, juga akan memberi pengaruh positif,” katanya.
Lothar Friedrich, Ketua Perhimpunan Paduan Suara Gereja merasa yakin bahkan sikap konsentrasi yang dibutuhkan saat menyanyi justru akan membantu kesehatan mental penduduk usia lanjut.

Fisik pun akan tertolong, antara lain lewat latihan pernafasan intensif yang kemudian juga dapat membantu proses berbicara. Menyanyi juga dapat mengatur peredaran oksigen dalam tubuh sehingga sirkulasi darah pun menjadi teratur dan akhirnya jantung pun bisa sehat.

Juga Bisa Bikin Gemuk

Bernyanyi terutama yang memerlukan tarikan nafas dalam seperti pelantun opera tentu saja menggerakkan otot pernafasan. Sebuah penelitian mengindikasikan kegiatan bernyanyi memberi manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, namun tidak ada bukti mampu menurunkan berat badan. Malahan, sebuah survei kecil menyebutkan, mengolah suara justru membuka peluang berat badan bertambah.

Pada 1986, penelitian yang dituliskan pada The American Journal of Nursing membandingkan fungsi jantung dan paru-paru 20 penyanyi opera berusia antara 28-65 tahun. Sebagai pembanding adalah kelompok yang bukan penyanyi, berusia di bawah 40 tahun. Hasilnya, penyanyi opera memiliki otot dada yang kuat dan jantung memompa darah lebih baik. Para penyanyi juga mempunyai paru-paru yang terawat baik, padahal umumnya fungsi alat pernafasan ini merosot pada saat usia bertambah.

Penelitian serupa kembali dilakukan 20 tahun kemudian terhadap empat penyanyi. Difokuskan pada otot yang lebih spesifik dan bagian tubuh yang terkait langsung dengan kegiatan latihan menyanyi intensif selama tiga semester. Penelitian itu mengukur volume paru-paru, rongga dada dan ekspansi lingkar perut. Hasilnya menyebutkan sistem pernafasan amat responsif terhadap latihan vokal, bahkan untuk periode singkat.

Sebaliknya, hasil penelitian pada 2005 menyebutkan penyanyi yang ‘mengolahragakan’ paru-paru ternyata merangsang otak melepaskan hormon leptin. Hormon ini berperan dalam produksi sel-sel lemak, membantu tubuh membangun ruang-ruang untuk menyimpannya.

Kesimpulannya sudah dapat ditebak, berat badan melambung. Dengan catatan, yang bersangkutan tidak berolahraga dengan cukup.

“Tapi apakah tidak aneh apabila masih ada beberapa anggota di paduan suara kita yang tidak kunjung gemuk padahal tiap hari udah latian nyanyi terus kan?” (Entahlah!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s