Sebuah Refleksi Bagi Penyanyi Paduan Suara Indonesia

Choir, Choir, Choir..!!!

Apa kabar semuanya? Sudah hampir satu bulan setelah FPS XXII ITB 2010 berakhir. Namun gegap gempitanya festival tersebut masih membekas di memori sebagian besar anggota PSM IM Telkom. Terkait tentang FPS kemarin, tidak lepas pula dengan adanya the 1st ITB International Choir Competition, sebuah terobosan baru dari panitia FPS menggelar festival paduan suara yang bertaraf internasional. Pada festival tersebut diundanglah The Philippine Madrigal Singers (MADZ) yang notabene berlangganan menjadi champion di berbagai kompetisi/ Grand Prix di Eropa.

Berbicara mengenai MADZ, tempo hari penulis membaca email di milis ICL (Indonesian Choral Lovers) yang juga sedang hangat memperbincangkan tentang MADZ, dan perbandingan antara paduan suara di Filipina dengan Indonesia. Menariknya ada salah satu posting dari member ICL yang membuka pembahasan diskusi tentang sistem dan perkembangan paduan suara di Filipina. Salah satu posting tersebut berasal dari Bapak Agustinus Bambang Jusana (mudah-mudahan beliau berkenan postingnya kami share disini). Beliau adalah pelatih dan conductor PSM Univ. Maranatha yang pada bulan Juli kemarin mengikuti Kompetisi Paduan Suara 47th Chorwetbewerb 2010 di Spittal der drau-Austria, dan berhasil menyabet gold medal pada kategori mix choir dan folklore.

Kembali ke pembahasan sebelumnya, berikut adalah quote dari posting Pak Bambang Jusana. Baca, resapi baik-baik, dan ambil manfaatnya.

Salam,

Penyanyi Indonesia sebetulnya punya potensi yang tidak berbeda jauh hebatnya bahkan nyaris sama dengan Filipina. Tapi beberapa hal signifikan dapat menjadi bahan perbedaan, meski sekarang ini paduan suara Indonesia sudah sangat diperhitungkan prestasinya.

Seperti nya Filipina dikaruniai begitu banyak penyanyi berbakat alam, budaya paduan suara pun berakar kuat di sana, komposer-komposer paduan suara pun sudah mulai berkarya di sana jauh sebelum paduan suara “booming” di Indonesia sini, meski sekarang ini sudah banyak karya-karya komposer Indonesia (baik berupa komposisi maupun aransemen)yang menjadi “lagu jagoan” saat mengikuti kompetisi di luar negeri.

Dari info yang saya peroleh, kemampuan membaca notasi pun antara penyanyi Filipina dengan Indonesia tidak jauh berbeda(sama-sama tidak fasih, terutama penyanyi paduan suara amatir, kalo profesional seperti MADZ saya rasa mereka fasih), hanya saja, sudah merasa tidak fasih mungkin penyanyi-penyanyi Filipina itu lebih berusaha keras untuk bisa segera menguasai materi lagu tsb dan menghafalnya, terlihat dari begitu banyak paduan suara Filipina yang konser/tampil saat kompetisi dengan tidak membawa partitur alias hafal luar kepala, ini mungkin akan membantu mereka mengekspresikan musik dari lagu yang mereka bawakan tanpa terhalang-halangi oleh partitur.Tapi dari dulu sampai sekarang ini banyak juga paduan suara Indonesia yang tampil tanpa membawa partitur, tapi mungkin penampilan ekspresi musikal dari lagu yang mereka bawakan belum tergali secara maksimal. Sepertinya musikalitas penyanyi Filipina itu sangat universal, lagu apapun yang mereka bawakan
(lagu-lagu di luar komposer Filipina),dapat disampaikan secara baik hingga pendengar dapat merasakan pesan dari lagu yang mereka bawakan. Mungkin faktor pelatih juga banyak berperan, selain daya tangkap musikal penyanyi nya juga bagus-bagus.

Info lain mengatakan bahwa orang Filipina kalo sudah menjadi penyanyi paduan suara, mereka total meluangkan waktu, tenaga dan sudah barang tentu biaya supaya masing-masing dari mereka dapat memberikan yang terbaik untuk group nya, saya yakin di Indonesia pun seperti itu, tapi mungkin sekedar bahan perbandingan, dengar-dengar mereka bisa berlatih dari siang sampai malam dari Senin sampai Jumat, dengan fasilitas tempat latihan yang minim, bahkan ruangan pengap tanpa pendingin udara pun mereka mencoba bertahan (sepertinya suhu udara di Filipina panas tidak berbeda jauh dengan Jakarta atau Surabaya), beberapa dari mereka mencoba membagi waktu antara latihan paduan suara dengan pekerjaan atau studinya, tapi akhirnya mereka merelakan pekerjaan atau studinya tertunda demi paduan suara, yang ini sih gak perlu jadi bahan contoh buat kitašŸ˜¦

Saya rasa teman-teman lain pasti juga punya info lain yang lebih akurat tentang alasan mengapa paduan suara Filipina bisa hebat dan berprestasi di mana-mana, tapi tidak semua paduan suara Filipina berprestasi hebat ya, sama seperti di Indonesia sini saya rasa, meski sekarang ini hampir rata-rata paduan suara apapun di Indonesia sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

Yang saya sayangkan dari beberapa penyanyi paduan suara disini adalah sering mengeluh jika diberi latihan tambahan, padahal yang mengeluh itu adalah juga yang sering bolos latihan, sudah sering bolos latihan, sudah barang tentu dia tidak akan menguasai materi lagu nya dengan baik, makanya karena kurangnya penguasaan materi lagu itulah diadakan latihan tambahan.Jangankan latihan tambahan, latihan rutin pun mereka sering ijin dengan alasan-alasan yang hampir selalu mengada-ada.Padahal, tempat latihan paduan suara di Indonesia sini hampir semua (rata-rata) adalah tempat latihan yang sangat nyaman, dengan kursi yang memadai, ruang berpendingin udara, pelatihnya rajin-rajin (dari sharing beberapa pelatih paduan suara mahasiswa, rata-rata mengeluhkan bahwa pelatih sudah datang tepat waktu tetapi penyanyi nya kok pada telat ya, karena kuliah dan bikin tugas dulu bisa dimaklumi, tapi lama-lama banyak alasan yang tidak bisa dimaklumi).Banyak penyanyi paduan suara
di Indonesia sini yang punya potensi bagus, tapi rata-rata mereka malas meng-up grade kemampuan, ujung-ujungnya karena merasa sudah hebat lalu malas latihan. Pembiasaan berlatih sendiri di luar latihan gabungan pun di beberapa paduan suara masih dirasa kurang atau nyaris tidak pernah dilakukan. Saya perhatikan, paduan suara Filipina berlatih sendiri-sendiri atau berkelompok ketika mereka menunggu giliran pemanasan suara, sementara saya perhatikan penyanyi paduan suara Indonesia,bahkan ada lho conductor yang sibuk entah itu sms-an atau BB-an sambil menunggu giliran tampil, mungkin mengalihkan diri dari rasa gugup, hebat ya! Tapi masing-masing orang memang punya cara sendiri-sendiri dalam mengatasi rasa gugup heheheheh……

Masih banyak hal yang mau disampaikan, tapi intinya, bangkitlah paduan suara Indonesia, di negeri ini begitu berlimpah penyanyi dengan potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan negeri lain, selain itu negeri ini begitu banyak memberikan kenyamanan,kemurahan, keistimewaan jangan disia-siakan, dengan fasilitas dan kenyamanan itulah, mari menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi.

Bravo untuk FPS ITB dan IICC yang telah memberikan begitu banyak pengalaman berharga bagi para pecinta paduan suara Indonesia, banyak hal yang kurang dalam penyelenggaraannya, mudah-mudahan akan menjadi bahan perbaikan pada pelaksanaan FPS ITB dan IICC mendatang!

A.Bambang J

Semoga tulisan dari beliau dapat mengetuk “pintu hati” kita semua, para suksesor paduan suara Indonesia. Maju terus PSM IM Telkom, maju terus choir Indonesia. Choir, choir, choir…!!!

3 responses to “Sebuah Refleksi Bagi Penyanyi Paduan Suara Indonesia

  1. keren banget mas,setuju banget sama mas bambang,chorister indonesia harus memacu motivasinya lagi,baik untuk terus menggali potensi diri maupun untuk fokus sambil tetap bisa membagi2 waktu antara kuliah dan latihan. intinya,kita ini masih muda,harus produktif,jangan menyia2kan waktu yang berharga,buat temen2 psm imt, ayo kita sama2 mengejar kesempatan yang ada di depan mata sekarang ini..!!

  2. whooo nuncep yah dihati. Moga – moga yang baca terus sering melakukan hal2 tersebut bisa insyaf. Dan semoga padus kita selalu mendapatkan yang terbaik…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s